Search

Updated: Aug 25

Kerik Jamu, the Book Borrowing Program by Changing Plastic Trash

Minat baca anak meningkat sekaligus cinta lingkungan

Children's reading interest increases as well as love to the environment

https://www.idntimes.com/life/education/rully-bunga/program-pinjam-buku-dengan-menukarkan-sampah-plastik/full

Berdasarkan Data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun. Berangkat dari permasalahan ini, program Kerik Jamu hadir untuk meningkatkan minat baca anak di Indonesia, terutama di Surabaya.

Based on the National Library Data on 2017, the average reading frequency of Indonesians is only three to four times per week. While the average number of books read is only five to nine books per year. Knowing this issue, Kerik Jamu program is developed to increase children's reading interest in Indonesia, especially in Surabaya.

1. Program Kerik Jamu digagas oleh Oliver Utomo Budiman

The Kerik Jamu Program was initiated by Oliver Utomo Budiman

Kerik Jamu merupakan kepanjangan dari Tuker Plastik - Pinjam Buku. Program ini digagas oleh Oliver Utomo Budiman. Kerik Jamu menawarkan berbagai macam buku yang dipinjam pada anak-anak dengan cara menukarkan sampah plastik.

Kerik Jamu is an extension of Exchanging Plastic - Borrowing Books. This program was initiated by Oliver Utomo Budiman. Kerik Jamu offers a variety of books that are borrowed by exchanging plastic waste.

"Saya hobi membaca buku dan menyadari bahwa anak Indonesia banyak yang kurang beruntung gak bisa membaca buku karena terbatasnya akses ataupun fasilitas. Jadi terpikir untuk menyediakan buku di tempat yang mudah terlihat dan sering dikunjungi," ujar pemuda yang masih berusia 18 tahun ini.

"My hobby is reading books and realize that many Indonesian children who are less fortunate cannot read books because of limited access or facilities. So I have an idea to provide books in places that are easily seen and frequently visited," said the young man who is 18 years old.

2. Jumlah perpustakaan Indonesia nomor dua terbanyak di dunia setelah India. Mestinya, angka minat baca masyarakatnya juga tinggi

The number of Indonesian libraries is number two in the world after India. Supposedly, the reading interest is also high

Dibanding kota-kota di Indonesia lainnya, Surabaya memiliki sistem pendekatan pembangunan perpustakaan yang berbeda. Pemerintah Surabaya menerapkan sistem buku yang harus mendatangi masyarakat bukan sebaliknya. Sehingga, saat ini Surabaya telah memiliki 461 taman baca dan 2 perpustakaan daerah. Namun, jumlah perpustakaan yang banyak ini belum cukup untuk dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Compared to other cities in Indonesia, Surabaya has a different approach to library development. The Surabaya government applies a book system that must go to the community not the other way around. So, now Surabaya has 461 reading parks and 2 regional libraries. However, the large number of libraries is not enough to increase public interest in reading.

"Jumlah perpustakaan Indonesia nomor dua terbanyak di dunia setelah India. Mestinya, angka minat baca masyarakatnya juga tinggi. Namun, hal ini disebabkan karena tidak meratanya akses yang bisa dinikmati masyarakat untuk membaca. Sehingga program semacam ini akan sangat membatu kita untuk memberi akses kepada masyarakat," jelas Musdiq Ali Suhudi selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

"The number of Indonesian libraries is number two in the world after India. Supposedly, the reading interest is also high. However, the low reading interest may caused by unequal access across country for public to read. So this kind of program will greatly help us to give access to the community , "explained Musdiq Ali Suhudi as Head of the Library and Archives Service of Surabaya town.

3. Kerik Jamu menghadirkan perpustakaan mini di 50 gerai Alfamart di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo

Kerik Jamu presents mini libraries in 50 Alfamart outlets in the Surabaya, Gresik and Sidoarjo regions

Bekerjasama dengan Alfamart, Kerik Jamu menghadirkan perpustakaan mini di 50 gerai Alfamart di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Di dalam rak Kerik Jamu disediakan sekitar 40 buku yang bisa dipinjam selama satu minggu. Peminjaman satu buku harus ditukar dengan tiga buah sampah plastik selain kantong kresek. Adik-adik yang mengembalikan bukunya dengan tepat waktu akan diberikan satu sedotan bambu.

In collaboration with Alfamart, Kerik Jamu presents mini libraries in 50 Alfamart outlets in the Surabaya, Gresik and Sidoarjo regions. Inside the Kerik Jamu shelf, there are around 40 books that can be borrowed for one week. Borrowing one book must be exchanged with three pieces of plastic waste besides a plastic bag. The borrower who return their books on time will be given a bamboo straw.

4. Surabaya merupakan kota besar yang eco friendly sehingga dipilih menjadi kota pertama peluncuran Kerik Jamu

Surabaya is a big city that is eco friendly so it was chosen to be the first city to launch Kerik Jamu

Surabaya dipilih menjadi kota pertama peluncuran program Kerik Jamu. Menurut Oliver, Surabaya merupakan kota besar yang eco friendly. Surabaya juga telah memiliki sistem yang baik dan berbagai program untuk pengolahan sampahnya. Hal inilah yang menjadi pertimbangan memilih kota Surabaya. Sehingga harapannya Kerik Jamu bisa berkembang dengan baik dan dapat diterima masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya.

Surabaya was chosen to be the first city to launch the Kerik Jamu program. According to Oliver, Surabaya is a big city that is eco friendly . Surabaya also has a good system and various programs for processing waste. This is a consideration for choosing the city of Surabaya. So that Kerik Jamu can be accepted by the people of Surabaya and surrounding cities.

5. Acara ini juga turut mengundang beberapa murid sekolah dasar di Surabaya

This event also invited a number of elementary school students in Surabaya

Acara peluncuran Kerik Jamu yang dilaksanakan di Surabaya Creative Hub kemarin (23/7) juga turut mengundang beberapa murid sekolah dasar di Surabaya. Dalam sesi ini, Kerik Jamu memberikan sesi dongeng bersama Komunitas Kumpul Dongeng yang berlangsung di Pojok Dongeng Perpustakaan Bank Indonesia. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi yang menarik dan menyenangkan pada anak-anak.

The launching of Kerik Jamu which was held at Surabaya Creative Hub yesterday (23/7) also invited several elementary school students in Surabaya. In this session, Kerik Jamu gave a fairytale session with the Fairytale Gathering Community that took place in the Storytelling Corner of Bank Indonesia Library. This session aims to increase reading literacy and fun literacy in children.

Menggabungkan literasi dengan lingkungan menjadi ide yang luar biasa. Namun, program yang digagas Oliver ini tentunya gak akan bisa berjalan tanpa bantuan semua masyarakat. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengajak adik-adik atau anak kamu meminjam buku lewat Kerik Jamu di Alfamart terdekat. Selain meningkatkan minat bacanya, si kecil juga bisa belajar untuk mencintai lingkungan.

Combining literacy with the environment becomes an extraordinary idea. However, the program initiated by Oliver certainly would not be able to run without the help of all the people. Therefore, do not hesitate to invite your younger siblings or children to borrow books through Kerik Jamu at the nearest Alfamart. In addition to increasing reading interest, your child can also learn to love the environment.