Atasi hambatan dalam Meditasi - Sharing oleh ROBBY

Atasi hambatan dalam Meditasi - Sharing oleh ROBBYAtasi hambatan dalam Meditasi - Sharing oleh ROBBY

 

Robby pertama kali ikut retret meditasi vipassanā pada tahun 2010 di Semarang selama 10 hari. Di saat itu ia menghadapi hambatan yang menyerang bertubi-tubi yaitu kepala yang mengeras dan kantuk yang sangat mengganggu. Setelah mengikuti berbagai arahan dari guru pembimbing di sana untuk mengatasi hambatan itu pun ia tetap tidak dapat mengatasinya, sehingga saat retret ia beralih ke meditasi dengan objek mettā / cinta kasih. Akhirnya ia kapok bermeditasi karena di rumah pun setiap meditasi melewati 15 menit hambatan tersebut selalu muncul.

 

Setelah beberapa bulan berlalu dan dengan ajakan dari saudaranya, akhirnya ia ikut ke Sukhesikarama Mindfulness Forest - Bakom untuk bermeditasi selama beberapa hari. Ia berkonsultasi dengan Y.M. Bhikkhu Gunasiri tentang hambatan yang selalu dihadapinya dan akhirnya diberi arahan untuk mengatasi hambatan tersebut. Sewaktu melakukan arahan tersebut, tidak sampai 1 menit hambatan yang sebelumnya tidak kunjung reda dapat teratasi dengan mudah. Dari kejadian tersebut ia menyimpulkan bahwa metode dan guru pembimbing yang tepat dapat sangat membantu seseorang maju dalam meditasinya, namun ia juga mengakui bahwa kedua hal tersebut cukup susah untuk ditemukan. Jadi adalah suatu hal yang sangat baik jika seseorang dapat menemukan kedua faktor tersebut.

 

Sehubungan tentang postur tubuh yang optimal, ia juga sempat mendapatkan sebuah pengalaman yang menarik saat mengikuti retret meditasi pada tahun 2015. Awalnya ia harus berurusan dengan serangan moha (delusi) yang kuat dalam bentuk pikiran buntu seperti ditutup oleh awan sehingga seperti tidak tahu apa-apa dan terasa sangat capek. Namun setelah mengikuti cara-cara yang diajarkan oleh Y.M. Bhikkhu Gunasiri akhirnya pikiran yang tertutup awan itu hilang seperti disedot oleh vacuum cleaner, segera di saat itu badannya tertarik tegak, dan tubuh terasa ringan dan pikiran menjadi tenang. Ia mempelajari postur tubuh yang optimal tersebut dan berusaha selalu menggunakannya dalam setiap posisi meditasi sehingga di retret-retret berikutnya ia tidak merasakan badan yang pegal-pegal lagi. Dari pengalaman tersebut ia sangat setuju dengan pernyataan Y.M. Bhikkhu Gunasiri bahwa memang ternyata postur tubuh yang optimal sangatlah membantu dalam meditasi.

 

 

Lihat video ini sekarang:

 

Tekan di sini untuk melihat sharing pengalaman meditasi lainnya.

147 views