MISI BUDAYA PUTRA DAN CUCU BUNG KARNO DI NEGERI KAMBOJA

KAMBOJA - Hubungan diplomatik Indonesia dan Kamboja hingga kini tak lepas dari rintisan dua tokoh, Presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno dan Raja Kamboja Norodom Sihanouk. Dua sahabat yang melegenda. Pada Februari 2019 ini, jalinan persahabatan dua negara itu genap berusia 60 tahun.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja serta Pemerintah Kerajaan Kamboja memperingati momentum tersebut lewat Joint Cultural Performance. Sebuah gelaran kebudayaan di Chatomuk Theater, di Pnom Penh, yang bergulir sejak Rabu (13/2/2019) lalu.

Raja Kamboja, Norodom Sihamoni menghadiri langsung festival budaya dua negara. Ini menjadi kehormatan luar biasa bagi keluarga besar Bung Karno yang datang langsung dari Tanah Air sebagai delegasi misi kebudayaan.

"Peserta dari joint culture ini adalah Royal Ballet of Cambodia, Indonesia Cultural Centre. Dan puncaknya adalah penampilan Kinarya Gencar Semarak Perkasa, pimpinan Guruh Sukarno Putra yang merupakan penata gerak dan penggubah lagu, " kata Puti Guntur Soekarno saat dihubungi, Minggu (17/2/2019).

Puti yang juga cucu Bung Karno menambahkan, Kinarya Gencar Semarak Perkasa juga menampilkan lima tarian yang lantas dirinci berikut maknanya.

Di antaranya, Gending Sriwijaya, tarian tradisional Palembang sebagai wujud penyambutan untuk tamu kehormatan dalam hal ini Raja Norodom Sihamoni. Tarian yang dibawakan sembilan orang penari ini menggambarkan kejayaan dari Kerajaan Sriwijaya. Penarinya mengenakan busana tradisional Aesan Gede. Penari terdepan membawakan tempat sirih yang akan dipersembahkan kepada raja.

Taruna Jaya menjadi tari kedua. Ini digubah dari tarian Turonggo Yakso atau Jaran Kepang yang berasal dari Jawa Timur. Guruh Sukarno Putra menata dan menggubah kembali tarian ini.

"Tari Gandrung Sekar Dewi menjadi suguhan berikutnya. Tarian ini berasal dari Banyuwangi. Pada tahun 1890 tarian ini hanya boleh ditarikan oleh laki-laki. Setelah 1914, laki-laki tidak diperbolehkan menarikan tarian ini. Perempuan pertama yang menarikan tari Gandrung adalah Semi," Puti sedikit mengupas sejarah.

Topeng Kelana sebagai tari topeng asal Cirebon menambah panjang rangkaian tari yang ditampilkan. Ditutup tampilan Lenggang Seri Kelana, tari melayu dari Sumatera yang dikreasikan dan digubah Guruh Sukarno Putra.

"Dalam Tari Gending Sriwijaya, penari terdepan yang membawa tempat sirih untuk dipersembahkan ke raja adalah cucu dari Bapak Guntur Sukarno, yaitu Syandria Kameron. Merupakan cucu ponakan dari Bapak Guruh Sukarno Putra," rinci Puti.

Puti menegaskan, kebudayaan dan kesenian adalah salah satu cara dalam meningkatkan hubungan dan persahabatan antar negara. "Dengan misi kebudayaan inilah maka nama Indonesia akan semakin dikenal," tutupnya. (*)

.

.

Silahkan kunjungi website

⬇️

https://www.putiguntursoekarno.org

.

.

#mbakputi

#calegdprri

#dapiljatim1nomor2

#surabayasidoarjo

7 views